Pelantikan Penegak Bantara Angkatan 1
Pelantikan Penegak Bantara Angkatan 1
Pelantikan Penegak Bantara Angkatan 1
Pelantikan Penegak Bantara Angkatan 1
Pelantikan Penegak Bantara Angkatan 1

Pelantikan Penegak Bantara Angkatan 1

Minggu (10/2) SMK MAPEN mengadakan pelantikan bantara Gugus Depan 07-085 dan 07-086 Pangkalan SMK Manajemen Penerbangan, pelantikan dihadiri langsung oleh Kamabigus Kak Siska Hayati yang sekaligus melantik adik-adik setalah sebelumnya menjadi pembina dalam upacara penutup perkemahan pengambilan tanda tingkat bantara. Dalam amanatnya Kamabigus menyampaikan "Pramuka hendaknya menjadi pribadi yang mandiri, tangguh dan sesuai dengan Trisatya dan Dasadarma Pramuka", harapan Kamabigus kepada peserta perkemahan.

Perkemahan 9-10 Februari 2019 merupakan puncak dari usaha anggota pramuka SMK MAPEN yang sebelumnya sudah mengisi SKU (Syarat Kecakapan UMUM). Setelah upacara pembukaan dihari pertama peserta perkemahan mendirikan tenda, 4 sangga yang dibentuk adalah, sangga pelaksana putra, pencoba putra, pelaksana putri dan pencoba putri.

Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh 32 orang peserta (20 Putra dan 12 Putri) dimulai dari;

  1. Apel Pembukaan
  2. Pendirian Tenda
  3. Isoma (Magrib)
  4. Materi Kepramukaan
  5. Sholat Isya
  6. Pengujian SKU
  7. Jurit Malam
  8. Sholat subuh
  9. Senam Pagi
  10. Materi Kekompakan Sanggah
  11. Apel Penutup
  12. Pelantikan Bantara
  13. Membersihkan Lokasi perkemahan

Kegiatan pengujian SKU, 4 sanggah menuju 5 posko (Agama, Pengetahuan umum, Kepramukaan, Teknik Kepramukaan dan Jasmani & Mental) setiap posko diberikan sandi khusus dan hanya menerima 1 sangga saja. Di setiap posko para perserta diuji pengetahuan dan kesiapan untuk mengambil bantara. Kegiatan jurit malam, menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Peserta pekemahan diuji keberaniannya karna harus berjalan dengan menggunakan penerangan lilin untuk mencari kacu masing-masing di lantai 2 dan 3 di dalam kelas.

Acara perkemahan berjalan lancar walaupun panas terik di apel penutupan menguji batas fisik peserta yang hanya sempat beristirahan 1 atau 2 jam saja, raut wajah para peserta tidak ingin menyerah untuk mengambil tanda tingkat bantara sebagai angkatan pertama. Prosesi pelantikan pun telah sah ketika bantara telah tersemat di pundak dan sebagai penutup seluruh peserta diberikan siraman air oleh kakak pembina.

Perkemahan ini diharapkan memberikan kesan mendalam dari perjuangan usaha mendapatkan tanda tingkat batara. Sekaligus menjadi generasi selanjutkan yang akan menjadi panitia pelaksana pengambilan tanda tingkat bantara tahun depan dan seterusnya.