[Literasi Kelas XI] - Magnet dan Sifatnya yang Unik

[Literasi Kelas XI] - Magnet dan Sifatnya yang Unik

     Kata  magnet  diambil  dari  Magnesia,  nama  suatu  daerah  di  Asia  Kecil,  suatu tempat ketika orang-orang Yunani (diperkirakan tahun 600 SM) menemukan sifat dari mineral magnetik  (Fe3O4,)  yang  terdapat  dalam  batu-batuan  dan  mempunyai  sifat dapat menarik partikel-partikel besi. Diperkirakan orang Cina adalah yang pertama kali memanfaatkan  batu  bermuatan  ini  sebagai  kompas,  baik  di  darat  maupun  di  laut. Sebuah magnet terdiri atas magnet-magnet kecil. Suatu bahan bersifat magnet jika magnet-magnet kecil (elementer) memiliki arah yang sama (tersusun teratur). Magnet- magnet kecil ini disebut magnet elementer. Di beberapa negara, batu tersebut dikenal dengan nama batu kutub (artinya batu penemuan arah). Batu ini digunakan untuk mencari arah selatan. Batu kutub yang bersifat magnetik, merupakan magnet alam.

     Sekitar 400 tahun silam, seorang dokter asal Inggris bernama William  Gilbert menerbitkan De Magnete, sebuah studi mengenai magnet. Karya ilmiah ini memberikan penjelasan rasional pertama tentang sifat magnetik bumi. Dokumen ini menjadi rujukan utama   selama   era  fisika   dan   astronomi   modern,   membuka   jalan   bagi   berbagai percobaan para ilmuwan seperti Galileo, Kepler, Newton, dan lainnya. Berikut beberapa fakta menarik mengenai magnet yang mungkin belum Anda ketahui:

o    Sebagaimana bumi, setiap magnet memiliki kutub  utara dan  kutub selatan,  dan kutub  yang  berlawanan  itu  saling  menarik  satu  sama  lain.  Untuk  mengetahui apakah   dua   magnet   memiliki   kutub   yang   sama,   dekatkanlah   kedua  magnet tersebut.  Jika  magnet  saling  menempel,  maka  kutubnya berlawanan,  sebaliknya, jika saling menolak, maka kutubnya sama.

o Kompas magnetik pertama diciptakan oleh orang China sekitar tahun 221-206 SM.

Selama masa Dinasti Qin, magnet digunakan oleh para peramal nasib. Pada abad ke-8, orang China mengembangkan kompas untuk navigasi yang mirip dengan kompas yang kita pakai sekarang.

o Setiap  benda  di  dunia  terbuat  dari  atom.  Setiap  atom  memiliki  elektron  yang mengelilingi inti, dan elektron menciptakan medan magnet yang memiliki kutub utara dan selatan. Kebanyakan benda, seperti daging, kayu atau plastik, memiliki penempatan atom yang acak, sehingga sifatnya tidak magnetik. Berbeda dengan besi, nikel, dan kobalt yang memiliki sifat magnetik. Kelompok atom, yang disebut domain, berbaris bersama-sama untuk menciptakan sifat magnetik.

o Segala sesuatu yang mengandung besi, nikel, atau kobalt dapat menjadi magnet temporer. Baja mengandung besi, sehingga benda-benda seperti penjepit kertas, sekrup  dan  paku  juga dapat  ditarik  dengan magnet.  Gosokkan benda-benda  itu pada  satu  kutub  magnet  secara berulang-ulang  dan  searah.  Untuk  sementara waktu, mereka akan menempel satu sama lain dan menjelma menjadi magnet yang lemah.  Hal  ini  terjadi  karena  kontak  dengan magnet menyebabkan atom  dalam benda-benda tersebut membariskan semua kutubnya ke arah yang sama.

o    Besi  yang  dipanaskan  tidak  bisa  dimagnetisasi.  Energi  panas  dari  pemanas an membuat  atom  dalam  besi  tersebut  berhamburan  perlahan  sehingga  atomnya tidak bisa berbaris dengan benar. Hal ini mengakibatkan besi yang dipanaskan kehilangan sifat magnetnya. Suhu di mana besi akan kehilangan daya magnetnya disebut  titik  Curie,  yang  merujuk  pada  Pierre  Curie,  ahli  fisika  yang menemukannya.

o    Sebuah  magnet yang kuat dapat menghapus hard drive komputer,  kartu  kredit, kaset video dan audio, serta menghentikan jarum jam. Magnet juga bisa mengubah sifat warna layar TV dan komputer.

o    Magnet  digunakan  dalam  banyak  perabotan  rumah  tangga.  Beberapa  contoh barang  rumah  tangga  yang  mengandung  magnet  antara  lain  telepon,  speaker stereo, headphone, oven microwave, bel pintu, pintu kulkas, mesin pencuci piring, komputer, dan TV.

Sumber

Artikel : Tahukahkamu.org

Gambar : Google.com