Istilah dalam Dunia Penerbangan yang Menarik untuk Diketahui

Istilah dalam Dunia Penerbangan yang Menarik untuk Diketahui

Terminal Bandar Udara

Umumnya kita tahu istilah terminal dalam transportasi umum seperti bus adalah tempat pemberhentian. Namun, dalam istilah penerbangan ternyata berbeda. Terminal dalam penerbangan berarti fasilitas bandara yang berfungsi untuk melakukan check-in, dan keperluan lainnya.

Penumpang akan mendatangi tempat ini setelah membeli tiket baik secara online maupun offline. Contoh terminal antara lain: Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta: terminal 3, E18, E20.

Check-In

Selanjutnya ada istilah lain yang biasa kita sebut sebagai check-in yang bisa diartikan sebagai proses pengecekan identitas bagi penumpang yang sudah mempunyai tiket serta tujuan keberangkatan. Proses ini dilakukan oleh petugas ticketing dan reservation. Secara manual maupun otomatis menggunakan program berbasis komputer. Check-in ini adalah proses wajib untuk penerbangan domestik maupun mancanegara ya.

Garbarata

Sebelum naik ke pesawat, staff ground handling akan menyiapkan semacam jembatan yang digunakan untuk mempermudah akses masuk penumpang ke dalam pesawat. Ya, bagian inilah yang kita sebut sebagai garbarata atau dalam bahasa inggris istilah lainnya Boarding Bridge atau Aviobridge.

Unik, di bagian bawah garbarata ini ternyata terdapat roda untuk memudahkan petugas selama proses penyiapannya. Garbarata ini terdiri dari beberapa bagian ada rotunda, AC units, cabin, bogie, elevation system, canopy, dan telescopic tunnel. Kita akan bahas detailnya lain kali ya.

Boarding

Oke lanjut, setelah penumpang menyelesaikan tahap check-in dan menunggu beberapa saat di garbarata. Ada istilah boarding yang bisa kita pahami sebagai proses naiknya penumpang ke dalam pesawat. Penumpang harus sudah memiliki boarding pass atau dokumen yang berisi informasi untuk memasuki pesawat. Hampir lupa, pada saat proses boarding penumpang akan disambut oleh pramugari yang ramah.

Flight Attendant

Flight attendant adalah kru pesawat yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada penumpang selama berada di dalam kabin pesawat. Layanan yang dimaksud bisa berupa pemberian informasi, mengantarkan makanan atau minuman kepada penumpang. Pramugari dan flight attendant itu sama, alias hanya beda istilah saja. Profesi ini juga biasa disingkat FA. Rumor mengatakan pramugari dan pramugara ini cantik-cantik dan tampan.

Take-Off

Berikutnya ada istilah take-off, atau lepas landas pesawat. Pada proses ini pilot akan meningkatkan kecepatan pesawat pada level tertentu, supaya pesawat bisa terbang dengan lancar. Pada proses ini pramugari bertugas untuk melakukan in flight announcement alias pengumuman untuk memastikan setiap penumpang tetap duduk di tempatnya, mengenakan sabuk pengaman, dan mematikan ponsel seluler.

Satu lagi, pilot tidak melakukan ini sendirian tapi dengan bantuan marshaller dan petugas air traffic controller. Keduanya akan dibahas juga di bagian bawah.

Turbulensi

Pernah melihat berita turbulensi pesawat di TV? Turbulensi adalah secara teknis merupakan keadaan ketika terjadi perubahan tekanan dan kecepatan aliran udara secara drastis, sehingga menyebabkan guncangan.

Umumnya kita tahu hal semacam ini disebabkan karena cuaca buruk atau karena pesawat melintasi awan yang cukup tebal. Namun, ternyata ada juga istilah clear air turbulence (CAT) turbulensi pesawat yang terjadi di waktu cerah.

Sebenarnya turbulensi sendiri adalah hal yang wajar, penumpang diimbau supaya tidak panik dan tetap tenang. Di sinilah salah satu tugas berat seorang pramugari, mereka harus tetap tenang dalam kondisi ketika semua orang panik.

Landing

Landing adalah proses pendaratan pesawat yang membuat pilot perlu memposisikan pesawat pada tempat yang tepat serta mengurangi kecepatan dan memperkirakan timing atau waktu yang pas untuk menurunkan roda pesawat bagian bawah. Sama seperti proses take-off, pramugari akan kembali menyampaikan pengumuman supaya penumpang mematuhi regulasi keselamatan.

Landing umumnya dilakukan pada area bandara, namun ada beberapa alasan pilot perlu melakukan force landing atau pendaratan darurat di perairan atau area lapang selagi memungkinkan.