Wah, Ternyata 5 Benda Ini Menjadi Jenis Sampah Terbanyak di Bumi, lo! (Literasi Kelas X)

Wah, Ternyata 5 Benda Ini Menjadi Jenis Sampah Terbanyak di Bumi, lo! (Literasi Kelas X)

Sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang saat ini banyak kita hadapi, teman-teman. Kita bisa menemukan berbagai jenis sampah dengan mudah, mulai dari di jalanan, selokan, hingga di sungai dan laut. Hal ini tentu membuat lingkungan dan Bumi kita semakin tercemar, teman-teman, terlebih ada beberapa jenis sampah yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai secara alami. Beberapa benda juga menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan di Bumi, lo, teman-teman. Apa saja, ya?

5. Styrofoam

Styrofoam menjadi sampah terbanyak kelima yang ditemukan di lingkungan kita, nih, teman-teman. Jumlah styrofoam yang banyak ini karena styrofoam dipilih sebagai alternatif pengganti kemasan plastik. Contohnya saat kita membeli makanan, ada beberapa tempat makan yang memilih menggunakan styrofoam sebagai kemasannya. Itu karena bentuk makanan tidak berubah kalau menggunakan styrofoam. Berbeda jika menggunakan kemasan plastik yang bisa mengubah bentuk makanan.

Padahal, styrofoam butuh waktu untuk 80 tahun untuk bisa terurai secara alami, lo, teman-teman. Styrofoam terbuat dari bahan bernama expandable polystyrene foam atau ESP, yaitu butiran polimer berukuran kecil. Jika dipanaskan, butiran kecil polimer ini bisa mengembang sampai 50 kali lipat dari volume awal.

Nah, butiran polimer ini akan dimasukkan ke dalam cetakan untuk membuat bentuk yang diinginkan. Penggunaan styrofoam juga banyak dipilih karena ringan dan harganya yang murah. Nah, untuk mengurangi sampah styrofoam, teman-teman bisa menggunakan tempat makan yang dibawa dari rumah saat membeli makanan.

4. Sedotan Plastik

Ketika minum di restoran atau rumah makan, kita biasanya tidak meminumnya melalui gelas, tapi menggunakan sedotan plastik sebagai alat bantu. Penggunaan sedotan plastik saat minum menyebabkan sedotan plastik menjadi sampah terbanyak keempat di Indonesia, lo, teman-teman. Bahkan Organisasi Divers Clean Action atau DCA menyebut bahwa sampah sedotan plastik di Indonesia bisa mencapai jumlah lebih dari 93,2 juta per hari!

Tahukah teman-teman berapa lama waktu yang dibutuhkan sedotan plastik untuk terurai? Ternyata agar sedotan plastik bisa terurai secara alami, waktu yang dibutuhkan adalah 500 tahun, lo!

Untungnya, saat ini sudah banyak orang yang menyadari banyaknya sampah sedotan plastik. Maka itu, banyak orang yang mengganti sedotan plastik dengan alternatif lain seperti sedotan besi atau sedotan bambu.

 

3. Plastik Kresek

Berbagai daerah di Indonesia saat ini sudah banyak yang mengeluarkan aturan pembatasan penggunaan plastik kresek di beberapa pusat perbelanjaan. Tujuannya adalah mengurangi penggunaan tas plastik yang nantinya bisa menyebabkan bertambahnya limbah atau sampah plastik.

Bahkan menurut laporan dari Bank Dunia, komposisi sampah kantong plastik di sungai Jakarta mencapai 21,6 persen. Sampah kantong plastik ini menempati posisi kedua terbesar setelah sampah organik yang jumlahnya sektiar 52,1 persen. Padahal menurut NOAA, tas plastik kresek ini membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 tahun untuk bisa terurai. Sedangkan botol plastik membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu 450 tahun. Untuk mengurangi penggunaan plastik kresek, teman-teman bisa menggunakan tas yang terbuat dari kain saat berbelanja bersama orangtua, lo.

2. Kemasan Makanan

Ketika membeli makanan di supermarket atau minimarket, misalnya keripik kentang, permen, atau minuman dalam kemasan sachet, tentu akan menyisakan limbah berupa kemasannya, yaitu plastik. Nah, ternyata kemasan makanan dan minuman yang sudah kita konsumsi ini menjadi limbah di lingkungan, teman-teman. Bahkan sepanjang tahun 2015 yang lalu, Our World in Data mengeluarkan pembagian jenis sampah yang paling banyak di dunia. Peringkat teratas adalah kemasan makanan.

Pada tahun 2015, tercatat ada 146 juta ton sampah kemasan makanan yang ada di dunia, lo! Wah, banyak sekali ya! Kita juga bisa, lo, ikut membantu mengurangi jumlah sampah kemasan makanan ini. Caranya adalah dengan melakukan daur ulang.

Daur ulang bisa dilakukan dengan menjadikan kemasan makanan tadi menjadi berbagai benda, seperti dianyam menjadi tas. Sampah kemasan makanan juga bisa dibuang ke bank sampah, lo, di mana nantinya sampah kemasan makanan akan diolah dengan tepat.

1. Puntung Rokok

Urutan pertama sampah terbanyak yang ada di dunia adalah puntung rokok atau sisa rokok, lo, teman-teman. Hal ini diungkapkan oleh sebuah kelompok konservasi kelautan, yaitu Ocean Conservacy yang berbasis di Washington DC.

Kelompok ini sudah mengumpulkan sampah sejak tahun 1986 dan hasilnya ada lebih dari 60 juta puntung rokok yang ditemukan. Padahal puntung rokok tersebut hanya dikumpulkan dari sekitar pantai Wahington DC.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, ada jutaan orang yang mempunyai kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, lo. Setidaknya ada sekitar dua pertiga puntung rokok dari jumlah tersebut yang ditemukan berserakan di trotoar atau selokan hingga akhirnya berujung ke lautan.

Selain itu, banyak orang yang menganggap bahwa puntung rokok ini terbuat dari bahan yang bisa diolah. Padahal puntung rokok yang berfungsi sebagai penyaring ini terbuat dari selulosa asetat. Selulosa asetat adalah sejenis plastik yang membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk bisa terurai, nih, teman-teman.

Wah, ternyata rokok tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia saja, tapi juga berbahaya untuk lingkungan.

 

Sumber artikel: Bobo.grid.id

Image: Google.com