(LITERASI KELAS XI) Sejarah Benua Australia

(LITERASI KELAS XI) Sejarah Benua Australia

Sejarah Benua Australia

Benua Australia memiliki sejarah yang panjang. Sejarah panjang ini diawali dengan kedatangan Suku Aborigin yang melakukan migrasi ke daratan yang besar ini. Sejarah Benua Austrlia juga punya kisah berdarah seperti pada mayoritas sejarah manusia. Sejarah berdarah tersebut terjadi ketika masa kolonialisme dan juga terbentuknya Australia sebagai negara.

Sejarah berdarah Benua Australia erat kaitannya dengan Suku Aborigin. Hanya 1 negara yang ada di benua ini, yaitu Australia yang lebih dikenal dengan Commonwealth of Australia. Negara ini memiliki wilayah berupa Benua Australia, Pulau Tasmania, dan pulau kecil lainnya  yang lokasinya  ada  di sekitar  Benua. Wilayah  Benua  Australia berbatasan dengan Indonesia di arah selatan.

Suku Aborigin

·     Migrasi Benua Australia

Pada  awalnya,  Benua  Australia  bukanlah  daerah yang ditempati  oleh  manusia. Suku Aborigin lah yang pertama menempatinya. Masa sejarah Benua Australia tiba ketika suku ini tiba di Australia menggunakan perahu. Rute kedatangan mereka melalui Asia Tenggara. Waktu kedatangan mereka terjadi pada saat zaman es terakhir. Perkiraan waktunya adalah sekitar 50.000 tahun yang lalu.

·     Kehidupan Masyarakat

Orang Aborigin punya mata pencaharian sebagai pengumpul makanan, dan pemburu. Orang-orang ini terbagi dalam 300 klan. Meskipun klannya sebanyak itu, bahasa yang digunakan hanyalah sebanyak 250 bahasa. Hebatnya, 250 bahasa ini dipakai dengan menggunakan 700 dialek. Tiap-tiap klan Suku Aborigin punya hubungan spiritual dengan tanah keramatnya. Meski begitu mereka juga tetap melakukan perjalanan jauh. Biasanya mereka berjalan jauh untuk kegiatan mencari air, pencarian hasil bumi, berdagang, ritual dan juga  pertemuan  totemik. Landscape  Benua  Australia  yang beragam  tidak membuat kepercayaan Suku Aborigin berbeda. Dreamtime yang merupakan alam magis abadi menjadi kepercayaan Suku Aborigin.

·     Bahasa

Bahasa yang dipakai oleh Suku Aborigin memang ada sekitar 250 bahasa. Namun, hanya sekitar kurang dari 200 bahasa Suku Aborigin yang masih digunakan hingga kini. Bahasa yang dipakai oleh Suku Aborigin merupakan bahasa asli yang dibuat Suku tersebut. Bahasa mereka tidak memiliki kaitan dengan bahasa Bangsa lainnya. Bahasa Suku Aborigin terbagi atas dua menurut ahli bahasa di Australia. Bahasa yang dipakai suku tersebut terbagi ke dalam Bahasa Pama Nyungan dan Bahasa Non-Pama Nyungan. Kedua bahasa ini merupakan hasil dari kontak yang bersifat intim dan waktu yang lama.

·     Budaya

Pengelompokkan linguistik dilakukan oleh Suku Aborigin. Tindakan ini memperlihatkan kesimpulan  bahwa  suku  ini  punya  caranya  masing-masing  dalam  berbudaya,  meskipun terkadang  dapat  ditemui  kesamaan  antar  budaya  yang  ada  di  masing-masing  klan  Suku Aborigin. Pada saat ini, berdasarkan sensus di Australia, sebanyak 72% Orang Aborigin mempraktikkan ajaran agama yang mirip dengan kristen, 16% tidak menganut agama apa pun, dan sisanya sedang mempelajari ajaran agama islam.

·     Seni

Bentuk  kesenian  yang  berada  di  Suku  Aborigin  masih  sama  seperti  nenek  moyang mereka. Mayoritas masyarakat suku ini masih menggunakan batuan dan juga kulit kayu sebagai  media  untuk  berkesenian.  Penggunaan  media  kesenian yang masih  sama  seperti jaman nenek moyangnya ini, dikarenakan mereka sangat mengagungkan alam. Bahkan penggunaan cat pada lukisan mereka, masih menggunakan bahan alami yang berasal dari oker. Penggunaan bahan-bahan kimia pada kesenian hanya dilakukan oleh orang Aborigin yang telah memadukan kebudayaan modern dalam kehidupan sehari-harinya.

·     Kedekatan Dengan Pelaut Makassar

Suku Aborigin, dalam hal ini Suku Yolngu Aborigin, pernah dekat dengan Bangsa Indonesia yang diwakili oleh para Pelaut Makassar. Pelaut yang berkapal Pinisi ini suka sekali berkelana jauh. Perjalanan jauh mereka temput untuk berdagang. Oleh karenanya, kedekatan di antara Suku Yolngu Aborigin dengan Pelaut Makassar dikarenakan hubungan perdagangan juga. Pelaut Makassar sampai ke wilayah Aborigin karena mencari komoditi tripang. Kala itu, komoditi laut yang satu ini telah menjadi primadona para pedagang dari Cina. Perairan di sekitar Australia kaya  akan tripang. Orang Aborigin pun memanennya untuk dijadikan kebutuhan sehari-hari. Kedatangan orang Makassar menjadikan tripang sebagai komoditas perdagangan Suku  Aborigin. Tripang ini oleh Pelaut Makassar dibeli dengan  cara  barter.  Para  pelaut  tersebut  akan  menawarkan  barter  berupa  pisau,  baju, tembakau, kapak, beras atau pun senapan.

Hubungan dagang antara Pelaut Makassar dengan Suku Aborigin berlangsung ratusan tahun. Hubungan mesra ini mengakibatkan terjadinya percampuran budaya pada Suku Aborigin dan kawin antar ras. Percampuran budaya terjadi pada bahasa, ritual upacara adat, mitologi,  nyanyian,  dan  juga  seni.  Bahasa  merupakan  percampuran  budaya  yang  paling terlihat karena dipakai sehari-hari. Ada beberapa kata yang memakai serapan dari Pelaut Makassar, yakni rupiya yang berarti uang, balanda yang berarti orang kulit putih, manik- manik berarti kalung, balanydja yang berarti membeli barang atau jasa, dan juga prau yang berarti perahu.

Link: https://sejarahlengkap.com/dunia/sejarah-benua-australia