(LITERASI KELAS X-XII) Perjalanan Pilot Cantik Kapten Monika  Menggapai Cita Hingga Angkasa

(LITERASI KELAS X-XII) Perjalanan Pilot Cantik Kapten Monika Menggapai Cita Hingga Angkasa

Denpasar - Menjadi pilot bukan lah pekerjaan yang biasa digeluti seorang wanita. Namun itu bukan menjadi perkara bagi seorang Monika Anggreini.

Monika adalah pilot pertama Maskapai AirAsia Indonesia. Pilot yang sudah memiliki

9.000 jam terbang tersebut kini sudah menjadi seorang Kapten Pilot, pimpinan dalam sebuah penerbangan. Untuk mencapai posisi sebagai Kapten Pilot tidaklah mudah. Banyak perjuangan yang harus ditempuhnya. Sehingga bisa lah Monica disebut sebagai Kartini era modern. "Saya sudah 12 tahun jadi pilot, AirAsia 11 tahun. Satu tahun di Star Air. Awalnya saya enggak mau jadi Pilot, tapi ayah di TNI AU mau saya jadi pilot, akhirnya keluar kuliah dari   Teknik   Sipil   Trisakti,"   ungkap   Monica   saat   berbincang   di   Kuta,   Bali,   Kamis (21/4/2016).

Monika bercerita, ia mengambil sekolah pilot di Juanda Flying School di Surabaya pada tahun 1994. Namun baru benar-benar bisa menggeluti dunia maskapai penerbangan pada tahun 2004. Kala itu, masalah krisis moneter menjadi salah satu penyebabnya. Sebelum bekerja di maspakai sebagai penerbang, Monika akhirnya kembali ke bangku kuliah  usai  sekolah  penerbangan.  Selain  itu,  ia  mengikuti  juga  banyak  sekolah  serta training sebagai persyaratan lain untuk menjadi seorang pilot. "Di AirAsia Indonesia, saya pilot pertama perempuan sampai 7 tahun hanya satu-satunya. Sekarang sudah ada 10 orang," kata wanita bertubuh semampai ini.

Dari 10 orang pilot wanita di AirAsia Indonesia, baru 2 wanita yang memiliki posisi sebagai  Kapten  Pilot.  Sisanya  adalah  kopilot.  Jalan  yang  ditempuh  Monika  untuk  bisa berada di posisi saat ini dimulai ketika ia mendapat Private Pilot License (PPL) usai lulus dari sekolah pilot. Jika ingin bekerja di maskapai, maka menurutnya pilot harus kembali mengambil  sekolah  agar  bisa  memegang  Commersial  Pilot  License  (CPL).  Ditambah sekolah instrument rating dan sekolah multi engine. "Baru setelah ini melamar ke airlines. Kalau sudah masuk, sekolah type rating, membawa pesawat jenis apa terus training. Kalau

AirAsia itu kan Airbus 320-200. Tapi waktu pertama join, saya bawa Boeing 737 series, baru kemudian pakai Airbus," jelas Monika.

Wanita kelahiran 17 November 1975 tersebut mengungkapkan, pertama masuk di AirAsia Indonesia, posisinya adalah junior first office (JFO). Ini adalah jabatan bagi kopilot yang berada pada masa magang atau pelatihan dengan simbol pangkat di bahu satu balok. Setelah menjadi JFO, pilot akan naik dengan jabatan sebagai First Officer (FO). Tentu saja ada sekolah, tes dan pelatihannya untuk bisa mendapat jabatan balok dua itu. Baru kemudian pilot bisa menjadi Senior First Officer dengan simbol pangkat balok tiga.  "Kalau dari FO ke SFO pakai jam terbang syaratnya. Nah dari SFO untuk jadi kapten pilot baru sekolah lagi. Training, dan ada banyak lagi syaratnya termasuk dari Kemenhub. Kapten pilot itu (pangkatnya) 4 bar (balok)," ujar Monika.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang kapten pilot adalah memiliki Airlines Transport Pilot Lisence (ATPL). Namun bukan berarti jika memiliki ATPL, seseorang bisa menjadi kapten pilot seperti Monika. "Data dari Kemenhub, per September

2015, pilot di Indonesia yang punya ATPL ada 3.111 orang. yang wanita, cuma ada 8," ungkapnya.

Tentu saja Monika termasuk satu dari 8 orang tersebut. Sementara dari pilot yang memiliki CPL total ada 6.282 orang, dan hanya 55 orang yang wanita. Perbandingan antara pria dan wanita dalam profesi ini memang cukup jauh. "Memang pekerjaan ini didominasi sama kaum pria ya. Makanya untuk bisa berdiri di posisi saya sekarang ini, perlu effort dua atau tiga kali di banding kalau seperti di bidang lain. Prosesnya lama," tutur Monika.

Namun Monika bersyukur, sebab AirAsia memberikan kesempatan yang sama baik untuk pilot pria atau pun laki-laki dalam jenjang karir. Meski begitu, hal tersebut tidak lah cukup. Semua disebut Monika tetap kembali pada diri masing-masing. "Harus dilakukan dengan kemauan yang kuat, dan pantang menyerah. Kalau kita gagal, terus coba, sampai akhirnya bisa tercapai. Itu yang saya lakukan," beber dia.

Pada Hari Kartini ini, AirAsia punya program khusus bagi kaum wanita. Dalam penerbangan QZ 7502 tujuan Jakarta-Bali siang tadi, AirAsia menghadirkan Kartini Flight

yakni penerbangan dengan semua kru nya adalah wanita dengan berbagai hiburan seru selama perjalanan. Selain itu, penumpang perempuan dalam Kartini Flight mendapat sejumlah hadiah. Monika menjadi kapten pilot pada Kartini Flight tersebut. Kemudian 5 srikandi lain dalam Kartini Flight AirAsia adalah Kopilot Karina Rosma Sari serta 4 awak kabinnya adalah Linda Novieka, Irma Nurlela, Syarlina Rahmani dan Firly Novita. "Untuk menginspirasi   dari   perjuangan   tokoh   emansipasi   wanita   kita,   RA   Kartini.   Karena perjuangan Kartini, kita dikasih persamaan antara cowok dan cewek. Jadi tidak ada monopoli lagi, ada kesetaraan," terang Monika.

Lantas, pesan apa yang ingin disampaikan Monika kepada seluruh wanita di Indonesia agar bisa menjadi Kartini era masa kini? "Memiliki kemauan dan mental yang kuat. Punya nyali, selalu semangat, juga ulet. Kalau kita gagal, harus bangkit dan berusaha kembali berjuang," kata Monika sambil tersenyum.

Sementara  itu,  dalam  keterangan  tertulisnya,  Direktur  Niaga  AirAsia  Indonesia, Andy Adrian Febryanto menyatakan bahwa AirAsia Indonesia selalu memberi kesempatan yang sama untuk karir semua karyawannya. AirAsia juga disebutnya selalu mencoba menginspirasi dengan menghadirkan kesempatan bagi siapapun untuk menjelajahi destinasi-destinasi impian tanpa batas. "Sesungguhnya semangat tersebut berawal dari dalam diri kami, di mana kami percaya bahwa setiap orang memang memiliki kesempatan yang sama, termasuk dalam berkarir. Kami ingin terus mendukung segala mimpi karyawan kami menjadi kenyataan," terang Andy.

"Saat ini kami memiliki 2 kapten pilot wanita dan 8 first officers wanita. Jumlah ini meningkat cukup tajam apabila dibandingkan dengan tahun 2012 ketika kami hanya memiliki 3 first officer perempuan. Secara keseluruhan saat ini kami memiliki 10 pilot wanita dan kami harapkan dapat terus meningkat jumlahnya di tahun-tahun yang akan datang," imbuhnya mengakhiri.