(Literasi Kelas X) Di Negara Ini, Cabai Dimakan Sebagai Sayuran dalam Masakan

(Literasi Kelas X) Di Negara Ini, Cabai Dimakan Sebagai Sayuran dalam Masakan

Biasanya, masakan yang pedas disebabkan oleh tambahan potongan cabai di dalamnya atau bumbunya menggunakan cabai. Namun, berbeda dengan penduduk di Bhutan. Bhutan merupakan negara yang berbatasan dengan negara India dan Tibet, teman-teman. Bhutan terletak di bagian utara pegunungan Himalaya, sehingga di sana cuacanya dingin.

 

Di Bhutan, cabai dimakan seperti sayuran, bukan bumbu penambah rasa saja. Sehingga di dalam sebuah masakan, jumlah cabainya sangat banyak. Rupanya, ini merupakan kebiasaan, lo. Orang Bhutan sangat menyukai makanan yang pedas, teman-teman. Penduduk Bhutan sudah terbiasa makan cabai sejak masih balita, teman-teman.

 

Orangtua di Bhutan biasanya memasak makanan dengan cabai sedikit-sedikit sampai anaknya tumbuh dewasa, sehingga mereka terbiasa dengan rasanya. Begitu sukanya dengan rasa pedas, makanan nasionalnya juga berbahan dasar cabai, lo. Namanya ema datshi.

 

Ema artinya cabai, dan datshi artinya keju. Yap, resep asli makanan ini dibuat hanya menggunakan dua bahan tersebut, teman-teman. Wah, rasa masakannya sepedas apa, ya? Hihi..

 

Meskipun begitu, awalnya cabai bukanlah hasil pertanian asli dari Bhutan, lo. Kemungkinan, cabai dibawa dari India ke Bhutan. Sebelumnya, cabai  yang asalnya dari Amerika Selatan, dibawa ke India sekitar abad ke-16. O ya, di cuaca yang dingin, makanan yang pedas bisa membuat orang-orang merasa lebih hangat. Karena saat makan makanan pedas, mereka menjadi berkeringat. Dulunya saat teknologi penghangat ruangan belum berkembang, makanan pedas

menjadi salah satu pilihan untuk menghangatkan tubuh secara alami, teman-teman.

 

 

Sumber : bobo.id