(Literasi Kelas X ) Alfabet fonetik NATO

(Literasi Kelas X ) Alfabet fonetik NATO

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

 

Alfabet radiotelefoni FAA dan tabel kode Morse

 

 

International Radiotelephony Spelling Alphabet, biasa disebut alfabet fonetik ICAO, dan kadang juga ditulis alfabet fonetik dan kode angka ITU dan alfabet fonetik NATO, adalah  alfabet  eja  radiotelepon  yang  paling  banyak  digunakan.  Meski  sering  disebut "alfabet   fonetik",   alfabet   eja   tidak   sama   dengan   sistem   transkripsi   fonetik   seperti

 

International Phonetic Alphabet. Alfabet International Civil Aviation Organization (ICAO) adalah kode akrofoni yang disesuaikan dengan huruf-huruf alfabet Inggris, jadi huruf dan angkanya harus bisa diucapkan dan dipahami oleh orang-orang yang bertukar pesan suara lewat radio atau telepon tanpa memandang bahasa ibu atau kualitas saluran komunikasinya.[1]

 

Berikut adalah 26 kode dalam alfabet fonetik internasional yang disesuaikan dengan 26 huruf alfabet Inggris dalam urutan abjad: Alfa, Bravo, Charlie, Delta, Echo, Foxtrot, Golf, Hotel, India, Juliett, Kilo, Lima, Mike, November, Oscar, Papa, Quebec, Romeo, Sierra, Tango, Uniform, Victor, Whiskey, X-ray, Yankee, Zulu.

 

Adopsi internasional

 

 

Setelah alfabet fonetik dikembangkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO)[2]     (lihat   sejarah   di   bawah),   alfabet   ini   diadopsi   oleh   berbagai   organisasi internasional dan nasional, termasuk International Telecommunication Union (ITU), International Maritime Organization (IMO), Federal Aviation Administration (FAA), International Amateur Radio Union (IARU), American Radio Relay League (ARRL), Association of Public-Safety Communications Officials-International (APCO); dan berbagai organisasi militer seperti Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Pakta Pertahanan Asia Tenggara (SEATO; sudah bubar).

 

Kode alfabet yang sama digunakan oleh semua lembaga, tetapi setiap lembaga memilih satu atau dua set kode angka yang berbeda. NATO memakai kata bilangan biasa dalam bahasa Inggris (Zero, One, dan beberapa pengucapan alternatif), sedangkan IMO memakai kata bilangan majemuk (Nadazero, Unaone, Bissotwo...). Kenyataannya, kata bilangan majemuk jarang sekali dipakai karena membingungkan penutur bahasa yang berbeda.

 

Penggunaan

 

 

Alfabet eja dipakai untuk mengeja bagian pesan yang mengandung huruf dan angka agar menghindari kebingungan karena banyak huruf yang terdengar sama, misalnya "n" dan "m" atau "f" dan "s"; potensi kebingungan meningkat apabila suara kabur atau tidak jelas.

 

Contohnya, pesan "proceed to map grid DH98" bisa terdengar "proceed to map grid Delta- Hotel-Niner-Ait". Mengucapkan "Delta" alih-alih "D" menghindari kebingungan antara "DH98" dan "BH98" atau "TH98". Pengucapan beberapa angka yang tidak lazim memang sengaja dirancang untuk mencegah kebingungan.

 

Selain militer,  industri  sipil menggunakan alfabet ini untuk menghindari permasalahan serupa dalam pertukaran pesan lewat sistem telepon. Contohnya, alfabet ini sering digunakan di industri ritel yang informasi pelanggan atau situsnya disampaikan lewat telepon (membuktikan transaksi kredit atau mengonfirmasi kode stok), tetapi kode buatan sendiri pun sering dipakai juga. Alfabet ini sering digunakan oleh pekerja teknologi informasi untuk menyampaikan kode seri/referensi (biasanya sangat panjang) atau informasi khusus lainnya lewat suara. Sebagian besar maskapai penerbangan dunia menggunakan alfabet ini untuk mengeja Passenger Name Record (PNR) secara internal dan kadang-kadang memberitahunya kepada penumpang. Alfabet ini juga sering digunakan di dunia kedokteran untuk menghindari kebingungan saat mengirim informasi.

 

Sejumlah kode huruf dan singkatan yang memakai alfabet eja ini menjadi populer, misalnya Bravo Zulu (kode huruf BZ) yang berarti "kerja bagus",[3]  Checkpoint Charlie (Checkpoint C) di Berlin, dan Zulu Time untuk Greenwich Mean Time atau Coordinated Universal Time. Pada masa Perang Vietnam, pemerintah A.S. menyebut kelompok gerilya Viet Cong dengan singkatan VC, atau Victor Charlie; nama "Charlie" pun sinonim dengan Viet Cong.

 

Sejarah

 

 

Alfabet ini didefinisikan oleh berbagai konvensi radio internasional, termasuk:

 

 

·     Universal Electrical Communications Union, Washington, D.C., Desember 1920[11]

 

·     International    Radiotelegraph    Convention,    Washington,    1927    (pembentukan

 

CCIR)[12]

 

·     General Radiocommunication and Additional Regulations (Madrid, 1932)[13]

 

·       Instructions for the International Telephone Service, 1932 (ITU-T E.141; dicabut tahun 1993)

 

·     General   Radiocommunication  Regulations   and  Additional  Radiocommunication

 

Regulations (Kairo, 1938)[14]

 

·       Radio Regulations and Additional Radio Regulations (Atlantic City, 1947),[15] where "it was decided that the International Civil Aviation Organization and other international aeronautical organizations would assume the responsibility for procedures and regulations related to aeronautical communication. However, ITU would continue to maintain general procedures regarding distress signals."

·     1959 Administrative Radio Conference (Jenewa, 1959)[16]

 

·     International Telecommunications Union, Radio

 

·     Final Acts of WARC-79 (Jenewa, 1979).[17]  Here the alphabet was formally named

 

"Phonetic Alphabet and Figure Code".

 

·     International Code of Signals for Visual, Sound, and Radio Communications, United

 

States Edition, 1969 (direvisi 2003)[18]

 

 

Untuk fonetik 1938 dan 1947, setiap pengucapan angka didahului dan diikuti oleh pengucapan "as a number" sebanyak dua kali.

 

ITU  mengadopsi  alfabet  eja  fonetik  International  Maritime  Organization  pada  tahun

 

1959.[30] Tahun 1969, ITU menyatakan alasannya "untuk diterapkan pada komunikasi laut saja".[31]

 

Pengucapan tidak ditetapkan sebelum 1959. Untuk fonetik 1959–sekarang, suku kata bergaris bawah di setiap kata-huruf harus dipertegas dan setiap suku kata kode angka (1969–sekarang) juga harus dipertegas.