(LITERASI KELAS X) 10 Fakta Unik Wright Bersaudara, Sang Penemu Pesawat

(LITERASI KELAS X) 10 Fakta Unik Wright Bersaudara, Sang Penemu Pesawat

Penerbangan Pertama Wright Bersaudara Mengubah Dunia

 

 

Meski awalnya dianggap remeh oleh sejumlah komunitas dirgantara di Eropa, pesawat mereka kenyataannya berhasil terbang dengan baik. Dua bersaudara dari Dayton, Ohio  yang  tak  pernah  mengenyam  pelatihan  keteknikan  formal  menentang  gravitasi dengan terbang pertama sekali di atas bukit-bukit pasir di North Carolina. Dengan menciptakan pesawat berawak pertama sekali yang sukses terbang, Orvile dan Wilbur Wright mengantarkan kita memasuki era penerbangan.

 

Berikut ini 10 hal unik yang mungkin tak diketahui banyak orang soal duo pionir dunia penerbangan ini, seperti dikutip dari History.com.

 

1.Orville terpilih pertama sekali menerbangkan pesawat berkat lemparan koin.

 

 

Dua bersaudara ini mengundi siapa yang pertama sekali menguji pesawat Wright Flyer lewat lemparan koin di King Devil Hills, North Carolina. Sang kakak Wilbur lah yang terpilih, namun usaha pertamanya pada 14 Desember 1903 tidak berhasil dan malah menyebabkan kerusakan ringan pada pesawat. Tiga hari kemudian, Orville yang mengenakan jaket dan dasi, berbaring telungkup di sayap bawah dan memegang kendali peawat. Pada pukul 10.35 pagi, pesawat Wright Flyer bergerak menuruni jalur penuntun sembari diseimbangkan oleh Wilbur yang berlari di sisi pesawat.

 

Selama 12 detik pesawat tersebut mengudara sebelum akhirnya mendarat 120 kaki (atau sekitar 36 meter) jauhnya di pasir. Keduanya saling bergiliran mengawaki pesawat tersebut tiga kali lagi pada hari itu, dan jarak yang ditempuh di tiap percobaan berikutnya semakin bertambah. Penerbangan terakhir yang diawaki Wilbur berlangsung selama hampir satu menit dan menempuh jarak 852 kaki atau sekitar 260 meter.

 

2. Ambisi mereka untuk terbang dipicu oleh sebuah mainan.

 

 

Saat masih kanak-kanak, ayah Wright bersaudara membawakan hadiah yang dilemparkannya ke udara. “Bukannya jatuh ke lantai seperti yang kami duga, benda itu malah terbang di  sepanjang ruangan hingga menabrak langit-langit,  tempat ia mengambang  sementara,  sebelum  akhirnya  jatuh  ke  lantai.”  kenang  keduanya  dalam artikel sebuah majalah di tahun 1908. Helikopter mainan yang membangkitkan minat mereka tersebut terbuat dari gabus, bambu dan kertas serta digerakkan oleh karet.

 

3. Keduanya tak punya ijasah sekolah menengah.

 

 

Wilbur menghabiskan 4 tahun di sekolah menengah, namun keluarganya pindah dari Richmond, Indiana ke Dayton, Ohio sebelum dia menerima ijasahnya. Orville yang meskipun  punya  rasa  keingintahuan  yang  tinggi  akhirnya  putus  sekolah  juga  sebelum tahun terakhirnya dan meluncurkan usaha percetakan.

 

4.Wright bersaudara dulunya pernah menerbitkan harian.

 

 

Wilbur akhirnya bergabung dengan bisnis percetakan milik Orville dan pada tahun

 

1889 keduanya mulai menerbitkan koran mingguan bernama West Side News. Tahun berikutnya mereka menerbitkan The Evening Item, surat kabar harian yang berumur singkat. Tahun 1892 mereka pindah haluan dan mendirikan Wright Cycle Company, toko sekaligus bengkel sepeda yang sukses dan menjadi sumber dana eksperimen penerbangan mereka.

 

5. Keduanya tak pernah menikah.

 

 

Kedua bersaudara yang kompak ini cuma mau disibukkan dengan pekerjaan mereka saja. Wilbur bahkan pernah mengatakan kepada wartawan kalau dia tak punya waktu mengurusi pesawat dan istri sekaligus.

 

6. Wright bersaudara cuma pernah terbang bersama sekali saja.

 

 

Orville  dan  Wilbur berjanji kepada ayah mereka kalau mereka tak  akan pernah terbang  bersama,  yang  takut  kehilangan  kedua  putranya  sekaligus  akibat  kecelakaan

 

pesawat. Sang ayah membuat satu pengecualian pada 25 Mei 1919 dan mengijinkan keduanya terbang selama 6 menit di dekat Dayton – Orville bertindak sebagai pilot dan Wilbur penumpangnya. Selepas mendarat, Orville mengajak ayahnya yang kala itu berusia

82  tahun  untuk  mencoba  terbang.  Sembari  ketinggian  pesawat  bertambah,  ayahnya

 

berteriak kegirangan, “Lebih tinggi lagi, Orville, lebih tinggi!”

 

 

7. Setelah Penerbangan hari Pertamanya, Pesawat Wright Flyer 1903 tak pernah diterbangkan lagi.

 

Setelah diterbangkan empat kali pada 17 Desember 1903, angin kencang menerpa Wright Flyer dan memutarbalikkan pesawat tersebut beberapa kali. Pesawat itu menderita kerusakan serius di bagian badan, motor serta rantai panduan dan tak bisa diperbaiki lagi. Wright Flyer dikirim kembali ke Dayton dan tak pernah dipakai terbang lagi.

 

8. Orville ikut dalam kecelakaan penerbangan pertama yang memakan korban jiwa.

 

 

Setelah kesuksesan percobaan mereka di tahun 1903, Wright bersaudara melanjutkan  pengembangan  pesawat  mereka.  Mereka  memasarkan  pesawat  berawak ganda Wright Military Flyer ke angkatan darat Amerika Serikat, yang meminta dilakukan uji coba. Pada 17 September 1908 di Fort Myer, Virginia, Orville melakukan penerbangan demonstrasi bersama Letnan Thomas Selfidge dari Army Signal Corps. Beberapa menit setelah lepas landas, baling-baling pesawat tiba-tiba hancur, pesawat kehilangan kendali dan menghempas tanah dengan kecepatan tinggi. Letnan Selfridge tewas beberapa jam setelah dikeluarkan  dari puing-puing pesawat.  Sementara itu Orville dirawat  di rumah sakit  selama  enam  pekan  akibat  menderita  patah  kaki,  patah tulang  rusuk  dan  cedera punggung yang membuatnya cacat seumur hidup.

 

9. Selama beberapa dekade, Orville menolak menyumbangkan Wright Flyer ke Smithsonian

 

Institution.

 

 

Pesawat Wright Flyer 1903 sekarang adalah salah satu objek paling populer di Smithsonian’s National Air and Space Museum, namun dulunya selama beberapa dekade Orvile menolak menyumbangkan pesawat tersebut ke institusi tersebut. Pada tahun 1914, Smithsonian berusaha mengembalikan reputasi mantan sekretarisnya, Samuel Langley –

 

yang percobaanya dengan Langley Aerodrome miliknya gagal, 9 hari sebelum Wright bersaudara terbang pertama kali—dengan mengubah pesawat tersebut (Langley Aerodrome) dan menyimpulkan kalau itu adalah mesin pertama yang mampu menjalankan penerbangan berawak. Orville yang marah lantas meminjamkan Wright Flyer ke London Science Museum tahun 1925 sambil mengatakan kalau itu adalah “satu-satunya cara untuk meluruskan  sejarah  tentang  mesin  terbang,  yang  telah  disesatkan  oleh  Smithsonian Institute melalu pernyataan yang salah dan menyesatkan.” Barulah setelah Smithsonian mengakui di tahun 1940 kalau mereka salah merepresentasikan Langley Aerodome, Orville akhirnya setuju mendonasikan pesawat tersebut. Wright Flyer akhirnya tiba di sana tahun

1948, hampir setahun selepas kematian Orville.

 

 

10. Neil Armstrong membawa serta kepingan Wright Flyer bulan.

 

 

Astronot ternama Neil Armstrong mengantongi sepotong kain muslin dari sayap kiri serta sepotong kayu dari baling-baling kiri pesawat Wright Flyer 1903, saat mendarat pertama sekali di bulan pada tahun 1969.