(LITERASI KELAS X-XII) KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

(LITERASI KELAS X-XII) KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

1. Pengertian Komunikasi

Secara ontologis kebenaran yang hakiki, komunikasi adalah perhubungan atau proses pemindahan       dan       pengoperan       arti,       nilai,       pesan       melalui       media       atau lambang-lambang apakah itu bahasa lisan, tulisan ataupun isyarat. Secara aksiologis, komunikasi adalah proses pemindahan pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikator (stimulus), memberikan rangsangan kepada komunikan. Sikap, ide, pemahaman, suatu pesan dapat dimengerti baik komunikator dan komunikan.

Secara epictomologis, komunikasi bertujuan merubah tingkah laku, merubah pola pikir, atau sikap orang lain. Untuk dapat membangun kebersamaan: mencapai ide yang sama demi satu tujuan yang sama Jadi komunikasi dilakukan oleh seorang individu untuk mengembangkan diri pribadi secara optimal dengan cara berinteraksi ataupun bersosialisasi dengan orang - orang disekitarnya secara langsung

2. Komunikasi yang Efektif

Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan .Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :

·     Menciptakan suasana yang menguntungkan.

·     menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.

·     pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.

·     Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.

·     Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk komunikan.

3. Pengaruh Konsep Diri terhadap Komunikasi

Ataksi berasal dari bahasa Latin Attrahere – ad: menuju; trahere; menarik. Ketertarikan indifidu dengan indifidu yang lain, kecenderungan indifidu memilih dengan siapa ia berkomunikasi, sikap positif dan daya tarik seseorang itulah yang kita sebut sebagai atraksi antarpribadi(interpersonal (Rakhmat 2001: 103). Untuk itu Sudah jelas bahwa konsep diri pun akan mempengaruhi Atraksi komunikasi Antarpribadi. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut:

1. Setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya.. kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nubuat yang dipenuhi sendiri (Rakhmat 2001:104).

Dalam hubungannya dengan Daeng Sahabu dan Sitti Maidah. Apabila mereka merasa dirinya sebagai manusia yang baik ia akan berusaha bertingkah laku yang baik, jika mereka menganggap diri mereka bertanggung jawab mereka akan mengurusi satu sama lain dengan apiknya, apabila mereka merasa rendah diri maka mereka akan mereka akan mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan gagasannya terhadap sesama.

2. Membuka Diri

Pengetahuan akan dirikita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih dekat dengan kenyataan.

Hubungan  antara  konsep  diri  dan  membuka  diri  dapat  dijelaskan  dengan model  Johari  Window.  Model  ini  menerangkan  bahwa  jendela  yang  satu  tidak terpisah dengan jendela yang lain. pembesaran pada satu jenis jendela akan membuat jendela yang lain akan mengecil.

a. Open self, menyajikan informasi, perilaku, sifat, perasaan, keinginan motif, dan ide- ide yang diketahui/disadari oleh diri kita dan orang lain.

b. Blind self, bagian ini menyajikan hal-hal tentang diri kita yang diketahui/disadari orang lain namun tidak diketahui/disadari oleh diri kita sendiri.

c. Hidden self, bagian ini berisikan tentang data-data yang kita ketahui/sadari dari dalam diri kita sendiri dan tidak diketahui oleh orang lain. yang kita simpan untuk diri kita sendiri.

d. Unknown self, bagian ini merupakan aspek dari diri yang tidak kita ketahui ataupun orang lain mengetahuinya. Makin luasnya open self seseorang, makin terbuka pula ia pada orang lain. hal tersebut menjadikan hubungan di antara keduanya semakin erat.

 

3. Percaya Diri

Keinginan untuk menutup diri, selain karena konsep diri yang negatif timbul dari kurangnnya kepercayaan akan kemampuan dirinya sendiri. orang yang tidak menyenangi dirinya merasa bahwa dirinya tidak mampu mengatasi persoalan. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai Communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi, akan menarik diri dalam pergaulan, berusaha sekecil mungkin berkomunikasi, dan akan berbicara apabila terdesak  saja.  Tentu  saja  dalam  aprehensi  komunikasi  disebabkan  kurangnnya percaya diri; tetapi sebagai faktor dominan. Seperti pernyataan Maxwell Maltz dalam Rakhmat (2004:109) “ Belive in yourself and you’ll succed.”

 

4. Selektivitas

Menurut Anita Taylor dalam Rakhmat (2004:109) Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa Kita bersedia membuka diri, bagaimana kita mempersepsikan pesan itu dan apa yang kita ingat. Secara singkat Rakhmar (2004:109) mengungkapkan bahwa konsep diri menyebabkan terpaan selektif, persepsi selektif, ingatan selektif.