10 Generasi Millenial Indonesia Masuk daftar 30 under 30 Asia Forbes 2018

10 Generasi Millenial Indonesia Masuk daftar 30 under 30 Asia Forbes 2018

Walau hanya negara berkembang, tapi Indonesia tidak luput dari kata prestasi. Hal ini benar adanya, setiap Indonesia ikut serta dalam pertandingan atau perlombaan atau kompetisi di kalangan Asia atau Internasional, tak sedikit muda-mudi Indonesia yang selalu menyumbangkan prestasi untuk mengharumkan nama Indonesia.

Untuk ke sekian kalinya, lagi-lagi beberapa pemuda Indonesia bikin bangga negaranya. Mereka masuk majalah Forbes dalam daftar ’30 under 30 Asia’ di tahun ini. Bisa dibilang, mereka termasuk  generasi millenial yang memiliki potensi besar sebagai pemimpin atau pengusaha di Asia.

Pada edisi April 2018, majalah Forbes mengeluarkan 10 kategori untuk ’30 under 30 Asia’ diantaranya Art, Entertainment & Sports, Finance & Venture Capital, Media, Marketing & Advertising,  Retail  &  Ecommerce,  Enterprise  Technology,  Industry,  Manufacturing  & Energy, Healthcare & Science, dan Social Enterpreneurs.

Dari masing-masing kategori tersebut terdapat 30 anak muda yang berpengaruh di Asia. Nah, dari total seluruhnya terdapat 10 anak muda Indonesia yang namanya disebut dalam daftar

’30 under 30 Asia’ dengan kategori yang berbeda-beda. Siapa sajakah orangnya?

1. Brian Imanuela

Brin Imanuela atau lebih dikenal dengan nama Rich Chigga merupakan rapper asal Indonesia yang namanya disebut dalam daftar ’30 under 30 Asia’ di Forbes 2018. Bagaimana tidak, sejak single debutnya yang berjudul ‘Dat $tick’ keluar pada Februari 2016 lalu, ditonton hingga 87 juta kali membuat dirinya lebih dikenal dunia yang akhirnya Rich Chigga diajak berkolaborasi dengan Pharrel sang musisi dunia. Tak hanya itu saja, kini dirinya juga mengembangkan karir di dunia musiknya hingga ke Eropa dan Amerika.

2. Adrian dan Eugenie Patricia Agus

Pastinya semua kalangan menyukai dessert yang manis dan segar. Nah, salah satu dessert yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat adalah Pudding Puyo. Pudding Puyo yang diproduksi oleh Adrian dan Eugenie ini merupakan dessert siap santap yang memiliki banyak varian rasa dan disajikan dalam cup berukuran kecil.

Berawal dari uang yang mereka pinjam dari orang tua sebesar Rp5 juta, kini pudding puyo laris di pasaran dengan penjualan ribuan cup pudding per harinya. Bahkan, bangganya lagi mereka sudah memiliki gerai yang telah diresmikannya sejak 2013 di Mall Living World Alam Sutra.

3. Yohanes Sugihtonugroho dan Muhammad Risyad

Yohanes dan Muhammad Risyad berhasil masuk Forbes berkat Crowde yang didirikan pada tahun 2016 lalu. Crowde tersebut merupakan tempat atau wadah untuk membantu para petani Indonesia untuk mendapatkan modal sehingga bisa mengembangkan usaha pertanian mereka. Usahanya ini tentu sangat didukung banyak peminat yang ingin membantu para petani demi kemajuan pertanian di Indonesia.

Keduanya sangat cerdas dalam menarik para investor, dengan usahanya seperti calon investor bisa menyetorkan uang dalam jumlah berapapun, setiap investor akan mendapatkan keuntungan saat panen, serta investor juga bisa memantau hasil investasinya secara online.

4. Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Kepekaannya terhadap sulitnya mendapatkan modal bagi para UMKM di Indonesia, akhirnya Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan beranikan diri untuk mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama modalku pada 2015. Dengan modalku bisa membantu para UMKM dengan meminjamkan uang dari para investor agar bisnis yang dijalan bisa berjalan dengan lancar.

5. Fransiska Hadiwidjana

Pantas saja kalau Fransiska Hadiwidjana masuk Forbes pada daftar generasi millenial yang berpengaruh di kawasan Asia. Pencapaiannya tersebut berkat dua bidang bisnis berbeda yang dirinya geluti, yaitu Prelo yang merupakan situs jual dan sewa barang barang bekas dan AugMI Labs yang berhasil mendapatkan penghargaan bidang biomedical di Silicon Valley.

6. Talita Setyadi

Menjadi Chef terkenal dan hasil olahannya disukai banyak orang tidaklah mudah. Berawal dari menempuh dunia pendidikan di Paris, Perancis, kini Talita Setyadi menjadi seorang chef di perusahaan yang ia dirikan sendiri pada 2013 lalu dan diberi nama BEAU. Tanggannya yang lihai dan memiliki cita rasa yang kuat, membuat pastry hasil olahannya telah masuk di

100 kafe, restoran di Jakarta.

Hebatnya lagi, koki yang dipekerjakan di perusahaan miliknya tidaklah dari kalangan yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, melainkan dari pekerja kelas bawah seperti petugas kebersihan dan pelayan, sehingga membuat Talita lebih semangat dalam memberikan pelajaran.

7. Marshall Utoyo dan Krishnan Menon

Termasuk dalam Forbes pada daftar 30 uder 30 berkat usaha yang mereka jalankan sejak

2015 lalu. Fabelio merupakan perusahaan milik Marshall dan Krishnan yang berjalan di bidang mebel ritel. Mereka berharap dengan perusahaannya tersebut bisa menjadi solusi pada permasalahan yang dialami para pengusaha mebel saat proses penjualannya.

Walau mebel merupakan industri yang besar, tapi ada saja pembeli ritel yang masih menemukan kesulitan saat mencari produk yang diinginkan. Dengan begitu, Marshall dan Krishna membantu untuk mengunggah desain yang dimiiki para perancang mebel nasional di Fabelio,   kemudian   diproduksikan   dan   akan   didistribusikan.   Hal   ini   tentu   sangat mempermudah para pengusaha mebel, bukan?

8. Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Tak sedikit orang yang menggunakan aplikasi Salestock untuk mendapatkan pakaian yang bagus namun dengan harga yang terjangkau. Aplikasi ini miliki pria muda yang bernama Stanislaus Mahesworo.

Mengandalkan  kecerdasan  untuk  membuat  harga  produk   yang  harga  jualnya  cukup terjangkau, bahkan sesuai dengan kantong masyarakat pedesaan. Kegigihan Stanislaus dalam memajukan aplikasi Salestock tersebut akan membuahkan hasil yang sangat bagus, yaitu akan bisa digunakan untuk ekspansi keluar negeri.

9. Dian Pelangi

Siapa yang tidak mengenal wanita berhijab nan cantik  yang satu ini, Dian Pelangi. Ya, namanya kerap kali disebut-sebut sebagai panutan tren busana hijab untuk kalangan wanita muda. Kecerdasannya dalam menciptakan berbagai macam gaya busana muslimah, seorang desainer   sekaligus   influencer   ini   mampu   memperkenalkan   busana   muslim   yang diproduksinya hingga ke pasar internasional.

10. Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan

Masih banyak yang belum tahu menyoal Karta yang didirikan Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan. Karta merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan media periklanan di sepeda motor. Tenang, ini tidak membuat para pemilik motor merugi, melainkan sangat menguntungkan. Sebab, bagi pemilik motor yang bersedia dipasangkan iklan akan mendapatkan sejumlah uang yang telah ditentukan perusahaan iklan.

Berkat perjuangannya menjalan Karta, kini sudah banyak pelanggan yang memakai jasanya, seperti Unilever, P&G dan Astra Telkomsel dan telah tersebar di lebih 20 kota Indonesia